Yogyakarta, 6 November 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Kesesuaian dan Kenyamanan Fasilitas Disabilitas pada Gedung sebagai langkah strategis memperkuat komitmen kampus dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif, ramah, dan aksesibel bagi seluruh sivitas universitas. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Multimedia I, Kantor Pusat UGM, dan diikuti oleh pengelola gedung serta fasilitas dari seluruh fakultas, sekolah, unit kerja, dan mahasiswa disabilitas.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya UGM dalam mendukung penyandang disabilitas sekaligus memenuhi standar peraturan nasional, termasuk Peraturan Menteri PUPR No. 14 Tahun 2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan implementasi nilai kemanusiaan dan keberagaman yang menjadi karakter UGM dalam perjalanan menuju World Class University.
Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., yang menegaskan pentingnya fasilitas kampus yang aman dan nyaman untuk semua kalangan. Ia menuturkan bahwa penyediaan fasilitas disabilitas bukan hanya pemenuhan regulasi, tetapi juga representasi kampus yang inklusif.
Workshop menghadirkan dua narasumber:
- Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D., selaku Kepala Unit Layanan Disabilitas dan juga pelaku disabilitas, memaparkan “Perspektif Pengguna Disabilitas dalam Menilai Kesesuaian Fasilitas dengan Universal Design”. Materi ini memberikan pemahaman langsung dari sudut pandang penyandang disabilitas terhadap fasilitas kampus.
Dalam paparannya, Wuri Handayani menekankan pentingnya konsep konsep Universal Design yang memastikan setiap fasilitas dirancang untuk dapat digunakan oleh semua orang, terutama penyandang disabilitas. Beliau turut menceritakan bahwa pihaknya telah melakukan audit aksesibilitas di beberapa fasilitas krusial kampus, meliputi Trans Gadjah Mada, jalur pedestrian, tempat parkir, toilet disabilitas, dan fasilitas lainnya di sejumlah fakultas.
Audit ini menjadi cerminan komitmen UGM melalui ULD untuk terus berbenah dan melakukan penilaian lapangan secara konkret sesuai dengan standar peraturan yang berlaku, seperti Peraturan Menteri PUPR No. 14 Tahun 2017, demi mewujudkan lingkungan kampus yang benar-benar aksesibel. - Harry Kurniawan, ST., M.Sc., Ph.D., menyampaikan topik “Mewujudkan Fasilitas yang Memenuhi Standar Universal Design”, yang mengupas prinsip serta implementasi teknis penyediaan fasilitas aksesibel pada bangunan kampus.
Kedua paparan tersebut diharapkan dapat membantu unit-unit kerja dalam mengidentifikasi kondisi eksisting fasilitas disabilitas serta menyusun langkah perbaikan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, peserta aktif menyampaikan tantangan di lapangan dan kebutuhan peningkatan fasilitas pada masing-masing gedung. Pada penutupan acara, Direktur Aset UGM, Dr.Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., IPM, menegaskan komitmen UGM untuk terus memperbaiki dan menstandarkan fasilitas disabilitas di seluruh unit kerja. “UGM berupaya memastikan bahwa seluruh elemen kampus dapat diakses dan digunakan dengan aman dan nyaman oleh siapa pun. Workshop ini adalah langkah awal menuju evaluasi komprehensif dan implementasi nyata,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UGM berharap dapat memperkuat kolaborasi antar-unit kerja dalam mewujudkan kampus yang inklusif, setara, dan berkeadilan bagi seluruh sivitas akademika, khususnya penyandang disabilitas.
Penulis : Milaningrum
Sumber foto : Milaningrum